Bismillah..

Bismillah..

Rabu, 11 April 2012

Resensi Novel Rembulan Tenggelam di Wajahmu

Ini novel yang teramat spesial buat aku :)
setelah ku posting di notes Facebook, saatnya aku posting resensi ini di blog ini :)


berbagi hikmah, silahkan diresepi.. :)

Novel ini, novel yang paling punya "bekas" di hati, nimbulin jejak dipikiran, jejak akan perubahan pola pikir, benar-benar novel pencerahan..

Ntah kenapa aku yakin setiap orang ditakdirkan punya masalah. Teringat taujih di "kuliah duha" hari minggu kemarin, kira-kira begini "hidup itu ujian, ujian tiada henti, kesedihan, kebahagiaan, amanah, kekayaan, semua adalah ujian, hidup itu ujian"
Untuk lulus dari setiap ujian, pastinya banyak faktor mempengaruhi, tidak terkecuali pola pikir (pola pikir diri, pola pikir orang terdekat, pola pikir lingkungan)
Saat ujian itu datang, hal baik saja akan jadi negatif jika diserap olah pikiran negatif, apalagi hal yang buruk.Maka saat itu semua terjadi, yang kita butuhkan adalah energi positif dalam apapun bentuknya. 
Syarat penerimaan energi positif adalah pemahaman, pemahaman - penerimaan, dan setiap orang membutuhkan pemahaman untuk lulus "ujian". Energi positif itu ternyata yang bisa kita dapatkan dari apa saja, dari "bacaan", dari teman sahabat saudara guru orang tua.

Saat ini, pemahaman itu aku dapatkan dari novel ini :)
Novel filosofis, syarat pencerahan

Lima pertanyaan hidup di novel ini dijawab dengan gambaran yang luar biasa dan imaginasi yang terbatas (maksudnya ga bisa berandai-andai), lima pertanyaan hidup itu :
Apakah cinta itu?
Apakah hidup ini adil?
Apakah kaya adalah segalanya?
Apakah kita memiliki pilihan dalam hidup?
Apa makna kehilangan?

Mengisahkan perjalanan hidup seorang anak panti asuhan bernama Rehan. Seorang Rehan yang diajak menjelajah ke setiap fase kehidupan yang telah dilewatinya, penjelajahan yang ditemani oleh seseorang - yang dalam novel ini disebut "orang dengan wajah menyenangkan", klo akuuu menyebut orang itu - MALAIKAT :)
Setiap cerita yang dikisahkan novel ini, merupakan akibat dari sebab - cerita yang lain, begitupun sebaliknya, semuanya sebab-akibat, dan ternyata hidup pun sebab-akibat.
Heeii, Ray (Rehan) tidak hanya ditemani MALAIKAT tetapi dia dibimbing oleh MALAIKAT untuk mendapatkan pemahaman-pemahaman atas jawaban dari kelima pertanyaan di atas.
Kutipan-kutipan yang menarik, yang memberikan pemahaman dari jawaban-jawaban pertanyaan itu, antara lain .. :

"Yang perlu kau tahu adalah kau sangat beruntung, Ray. Amat beruntung. Tahukah kau? Semua orang selalu diberikan kesempatan untuk kembali. Sebelum maut menjemput, sebelum semuanya benar-benar terlambat. Setiap manusia diberikan penjelasan atas berbagai pertanyaan yang mengganjal hidupnya..."
"Ada yang mendapat kesempatan itu dari buku-buku. Dari penjelasan orang-orang disekitarnya. Dari apa-apa yang terukir di langit, tergurat di bumi atau yang tergantung diantaranya dari apa saja"

"Bagi manusia, hidup ini sebab akibat Ray. Bagi manusia sebab akibat itu membentuk peta dengan ukuran raksasa. kehidupanmu menyebabkan garis kehidupan orang lain, kehidupan orang lain mengakibatkan perubahan garis kehidupan orang lainnya lagi, kemudian entah pada siklus keberapa, kembali lagi pada garis kehidupanmu... Saling mempengaruhi, saling berinteraksi... Sungguh kalau kulukiskan peta itu maka ia bagai bola raksasa dengan benang jutaan warna yang saling melilit, saling menjalin, lingkar melingkar. Indah. Sungguh indah. Sama sekali tidak rumit".

"Ray, itulah mengapa tidak semua orang mengerti apa sebab-akibat kehidupannya. Dengan tidak tahu, maka mereka yang menyadari kalau tidak ada yang sia-sia dalam kehidupan akan selalu berbuat baik. Setiap keputusan yang akan mereka ambil, setiap kenyataan yang harus mereka hadapi, kejadian-kejadian menyakitkan, kejadian-kejadian menyenangkan, itu semua akan mereka sadari sebagai bagian dari siklus bola raksasa yang indah, yang akan menjadi sebab akibat bagi orang lain. Dia akan selalu berharap perbuatannya berakibat baik kepada orang lain"

"Siklus sebab akibat itu telah ditentukan. Tidak ada yang bisa merubahnya, kecuali satu: yaitukebaikan. Kebaikan bisa merubah takdir...Nanti kau akan mengerti, betapa banyak kebaikan yang kau lakukan tanpa sengaja telah merubah siklus sebab-akibat milikmu. Apalagi kebaikan-kebaikan yang dilakukan dengan sengaja"

"Tahukah kau, kita bisa menukar banyak hal menyakitkan yang dilakukan orang lain dengan sesuatu yang lebih hakiki, lebih abadi... Rasa sakit yang timbul karena perbuatan aniaya dan menyakitkan dari orang lain itu sementara, Ray. Pemahaman dan penerimaan tulus dari kejadian menyakitkan itulah yang abadi..."

"...menyadari bahwa tidak semua persoalan hanya bisa diselesaikan dengan menyalahkan lantasmembalas"

"Yang mengerti ada banyak pemecahan masalah baik untuk setiap urusan. Yang memahami terkadang sebuah penerimaan akan memberikan hikmah yang luar biasa. Yang selalu yakin kalau semua orang berpikiran itu bisa dibenarkan, bukan berarti itu menjadi bisa dibenarkan. Kalian tetap meyakini kalau itu sesungguhnya keliru karena kalian tahu itu memang keliru"

"Kejadian buruk itu datang sesuai takdir langit. Hanya ada satu hal yang bisa mencegahnya. Satu hal sama seperti siklus sebab akibat sebelumnya, yaitu : berbagi. Ya, berbagi apa saja dengan orang lain. Tidak sebenarnya berbagi tidak bisa mencegahnya secara langsung, tapi dengan berbagi kau akan membuat hatimu damai. Hanya orang-orang yang berhati damailah yang bisa menerima kejadian buruk dengan lega."


Kutipan-kutipan itu merupakan sebagian jawaban dari dua pertanyaan  atas lima pertanyaan di atas..
Jika tertarik untuk menemukan jawaban-jawaban selanjutnya, silahkan baca versi lengkapnya.. :D
Semoga bermanfaat.-

Kamis, 10 November 2011

penulisan ilmiah :)

Alhamdulillah..Finally udah lulus...Ini pah, untuk papa, mama, bibi n om..
sidang skripsi tanggal 29 oktober yang mengharu biru, tanpa didampingi dosen pembimbing dua dan dengan uji mental yg luar biasa akhirnya nitikin air mata..
yaa Rabb, ntahlah apa skenarioMu..Ucap syukur dan sujud ku persembahkan padaMu..


Jumat, 03 Juni 2011

My script 1 :)

Skripsiku alhamdulillah sudah mulai Bab 2, meski tertatih dan membutuhkan banyak momen yang pas buat mulai nulis, berpikir mendalam, menghalau semua rasa malas, mencoba membaca teori-teori yang ada sedikit demi sedkit, yang paling sulit adalah memunculkan ide, merangkai dan menyusun...
ini proses dan aku memahaminya..
Alhamdulillah BAB 1 aku revisi, mengapa lama sekali aku di BAB 1..?
Alloh aku ingin lancar di Bab-bab berikutnya, aku tidak tega saat mama bertanya udah nyampe bab brp aku jwb masih bab1, sesaat kemudian mama marah besar sambil menangis, aku tak kuasaa..Aku mohon bimbing aku wahai Rabb ku, aku tak ingin sndirian..
Di luar sana, keluargaku teramat menunggu momen itu, aku ingin membanggakan mereka..Bimbing dan selalu bantu aku... :)

Malam ini, sesaat setelah membaca note's Tere Liye - penulis kesukaanku, aku teringat mama, mama yang masih kecewa karena banyak waktu yang aku buang dan aku isi dengan hal-hal yang sebenarnya tidak harus aku lakukan di saat-saat seperti ini, setidaknya itu yang mama tahu.
Kemudian ku ketik sebuah sms, aku meminta maaf, aku meminta sedikit waktu, sedikit waktu untuk mengatur perasaanku, suasana hatiku, agar nyaman, aku ingin ide itu muncul dengan baik, lancar, dan aku pikir itu semua terpusat karena suasana hati, untuk menciptakan suasana hati yang baik ternyata sulit, itu kendala terbesarku, aku meminta kepada beliau untuk selalu mendoakanku, ku katakan aku sangat menyayanginya, aku teramat membutuhkannya, aku teramat membutuhkan Ridho dan doanya..
Kukirimkan sms itu dalam bahasa Inggris, luar biasa tanpa dikira aku menulis dengan lancar tanpa buka kamus sdktpun.
Tiga puluh menit kemudian mama membalas sms itu, cukup panjang dan sedikit membuat hatiku layu, tapi ada semangat yang membara di sini..
Mama, ah betapa aku menyayangimu, aku ingin membuatmu bangga, aku ingin mama tersenyum atau menangis haru karena bahagia, bukan karena perasaan kecewa..Maaf mama, aku tau beban dipundakmu, aku tau, maaf..Dan aku tau begitu besar kau menaruh harapan padaku
Papa, tak perlu khawatir...Mama sangat amat berjuang untuk memenuhi amanah papa, menyekolahkan, adik-adikku, mendidik kami dengan baik..
Papa, sungguh aku sedang merasa di titik dimana aku, kami membutuhkanmu..





Bimbingan perdana bersama dosen pembimbing 1

hari itu ntah tanggal berapa, aku lupa, aku menunggu beliau keluar kelas hampir tiga puluh menit. Setiap 5 menit sekali ku menoleh apakah pintu kelas itu sudah terbuka, bbrp kali aku menoleh kelas masih tertutup pertanda dosen pembimbingku masih mengajar.
setelah ntah kesekian kali kumenoleh ke pintu itu, pintunya terbuka..Kusambangi beliau yang belum membalas smsku, mungkin lupa atau tidak sempat karena sedang mengajar.
Alhamdulillah,dengan satu kalimat terlontar dariku beliau langsung menyuruhku duduk, dan kami berdiskusi. Mungkin ada setengah jam kami berdiskusi, beliau masih mempertanyakan tentang "rechterlijk pardon" atau "permaafan hakim" yang menjadi teori utama dalam penulisan skripsiku. Kujelaskan sebisaku, setelah itu, ku perlihatkan sumber kutipan-kutipan penulisan skripsiku, buku yang beliau ingin baca, beliau bilang "saya ingin cek dengan buku sumbernya".
tidak lama kemudian, pengajar matakuliah "hukum pidana" ku di smt 4 datang ke ruangan itu, ruangan tempat kami diskusi.
Di sini pengalaman berharga itu dimulai
Ntah dimulai dengan topik apa sehingga perbincangan itu menjadi perbincangan yang amat panjang dan sedikit mengharukan.
Beliau, dua orang yang aku hormati saling memuji satu sama lain..
Aku sebagai pendengar, sesekali dosen pembimbingku menjelaskan sesuatu padaku, tentang kebanggaan pada mantan muridnya itu - yang sekarang menjadi partner nya di dunia pendidikan. Begitu sebaliknya, dengan dosen hukum pidanaku.
Aku sesekali menimpali dan memberikan tanggapan. Ada rasa "ingin seperti ini", ntahlah banyak hal yang sulit kuungkapkan dengan kata, hanya saja aku merasa semua yang kami diskusikan begitu banyak membawa hikmah, aku nyaman dengan perbincangan itu, aku merasa beruntung ada diantara beliau-beliau.
Daaaaan, ada hal yang membuatku tersengal, tenggorakan tercekat sesaat setelah pertanyaan yang begitu tiba-tiba dilontarkan kepadaku..
"Apa itu Delneming?"
Alloh, mata itu tertuju padaku, bukan pada beliau dosen hukum pidanaku..
Apa itu Delneming, aku lupa sama sekali, tidak ada memori ingatanku tentang delneming saat itu..
Aku diam, sesaat mulut ini berbicara "ga tau paaaak, lupa" (astagfirulloh malunya aku saat itu, itu teori dasar, teori hukum pidana ismaaaa, sedangkan disisi lain aku memuji beliau-beliau yang luar biasa saat mengajar, tidak pernah telat, dan selalu mengajar dan bahkan hanya sekali dua kali keduanya tidak masuk kelas, beliau-beliau yang dimata kami dosen unggulan, dosen berprinsip, tapi akuuuu, aku tidak bisa menjawab pertanyaan itu?, malunya akuuu)
Di luar dugaanku, beliau - dosen pembimbingku dengan mata berbinar menjawab "delneming itu penyertaan", aku mengangguk, kemudian beliau melanjutkan kalimatnya "ada di pasal ... KUHP, disebut penyertaan karena pelaku tindak pidananya lebih dari satu" (aku lupa pasal apa, soalnya kmrn ga aku catet, dan skrg aku lagi males buka KUHP, :P  )
Kemudian, pertanyaan terlontar lagi, menuju padaku, "knpa ada delneming? untuk apa delneming" (kira-kira begitu pertanyaan beliau) aku jawab dengan intonasi rendah - tanda tidak yakin, ihihihi "menentukan," sesaat kata itu terpotong oleh beliau "untuk menentukan", kulanjutkan "untuk menentukan siapa yang paling bertanggungjwab atas tindak pidana yang dilakukan, membantu dalam proses peradilan menentukan sanksi pidana yang dijatuhkan atas pelaku utama atau pelaku pembantu"
hmmmm akhirnyaaa aku menjawab, dua beliau yang ada di depanku tersenyum.
Masih berlanjut perbincangan kami, belajar hukum pidana itu harus belajar "ruh" nya, makna dalam setiap pasal yang ada dalam KUHP, seperti memaknai hadist, begitupun memaknai sebuah pasal, riwayat atau asbabun nujulnya harus kita kuasai, untuk membantu membimbing kita menegakkan hukum dengan baik, dengan hati nurani..
hmmmm begitulah perbincangan kami..
sesaat setelah itu, bab1 ku langsung ACC, hihihi, meski masih ada koreksian dan revisi...

SHINE

Senin, 28 Februari 2011

haiii, sudah lama kulupakan Blog yang satu ini ;)

Bismillah

Byk bgt pengalaman yang sebetulnya pengen aku share di blog ku ini..Dan aku janji mau Post-in makalah-makalah yg udah pernah aku buat di sini, tapi setelah ku pikir-pikir, aku POST-in makalah-makalah aku itu setelah pake TOGA..
hehe
InsyaAlloh amin...

Selasa, 02 November 2010

Alloh menciptakan bukit, gunung dan dataran tinggi lainnya di muka bumi ini pasti ada maksudnya..

Bismillah..

Pernah nulis ini sebelumnya di Blog Pribadi...Aku tuliskan lagi di sini,hehe
terinspirasinya waktu jalan-jalan mengitari jalanan di daerah Merak, Anyer dan sekitarnya :D
Aku perhatikan, ternyata memang di setiap deket pantai pasti ada dataran tinggi atau gunung atau bukit ato mungkin bahkan hanya seenggok tumpukan baru dan pasir. Tapi sayang, rata-rata tempat2 yang tinggi2 itu malah gundul..
Padahalkan mungkin itu Alloh ciptakan untuk menahan arus ato gelombang klo terjadi sesuatu hal tidak diingikan oleh manusia..
Mari lihat lebih dalam, lebih peka daaaannn dari sisi positif!!

Kenapa pengerukan pasir di gunung, perbukitan dan lainnya dilakukan masiv sekali..Wahai para pejabat tata usaha negara, kenapa hal-hal seperti itu trus diizinin..Lihat para anggota dewan di daerah yang terhormat, daripada bikin PERDA yg nda karuan2, knp nda bikin aturan yang lebih masuk akal, relevan dan memang jelas-jelas berfungsi banyak, terutama untuk kelangsungan hidup kita, di bumi ini, amanah kita juga sebagai manusia untuk jaga alam yang Alloh kasih..PERDA tentang lingkungan hidup kek, ato tentang pemungsian lahan dan tahan terlantar!!Ato PERDA tentang larangan penggundulan bukit dan pengerukan tanah terus2an..

Andai masayarakat sadar, klo punya rumah yang masih bagus mbo ya jangan di bongkar pasang trus siii...Di rombak-rombak sering banget..Daripada gonta ganti style rumah mending uangnya di tabung untuk beli rumah ato tanah baru. Trus tanahnya di garap, perkebunan ato apa gtu..yang bisa datangkan rupiah, buka lapangan pekerjaan dan menjadi sangat bermanfaat untuk sekitar.. :) hiiiii *semoga menjadi sebuah pencerahan..
kan lumayan tuhhh, selain hemat, kita juga jadinya ga serakah pakai kekayaan alam...tanah bisa diirit pemakaiannya, bisa jaga alam juga, bisa meminimalisir pengerukan perbukitan, gunung2 tanah ato batu ato gunung2 tanah liat ato tanah merah...heeeee

hmmmmm
iseng malem2 nulis sambil hotspotan di kampus...
isma_2nov2010

Selasa, 14 September 2010

tanpa judul, crita ngalor ngidul, hii :D

Bismillah

Udah lama banget ga nulis, nengok blog sering tapi bawaannya teh malay banget nulis padahal banyak banget hal-hal yg pgn ditumpahin di sini, hehe

Bnyak peristiwa penting berlalu..
1. KKM
2. Kumpul Laspati
3. Lebaran
4. Reunian SMP
Kenapa penting, penuh hikmah saudara2...hehe...Trus, selain ituuu paling seneng kalo kumpul-kumpul, ketawa bareng, banyak ketemu hal-hal baru, karakter-karakter orang yang baruuu, hehe
Hmmm palagi serunya KKM, luar biasa byk hal baru : jadi moderator untuk yg pertama kalinya, ikut musyawarah desa untuk yang pertama kalinya, presentasi depan aparatur desa untuk yang pertama, daaannn kesimpulannya adalah : "Ternyata berbaur dan bermasyarakat itu tidak semudah yg dibayangkan, antara teori dan praktik di lapangan itu berbeda luar biasa" : daaannn PR nya adalah "Belajar lagi, rubah birokrasi, doa dan harus siap serta berani jadi perubah yang menyejukkan"
Hallahhh, semoga mimpi aku ga ketinggian, hihi
*Ingat isma, sebelum merubah orang lain, rubah sendiri dulu..
hayhay, jadi teringat kata-kata mama beberapa jam lalu, kurang lebih seperti ini : " Mana anak mama yang dulu, kok sekarang jadi gini sii"
huaaaaaaaa, pgn rasanya ngejerit, hihi..tapi untung masih bisa nahan...ckkkckckk

Kumpul laspati
Seruuu alhamdulillah luar biasa...
Mau pulang ke tasik dari Cilegon az bingung, padahal acara bukber dan sahur bareng di rumah Fifit itu besoknya...
Bbrp jam sblm acara, terbang dari tasik menuju Cirebon.. Akuu berdiri dari Tasik sampe cikijing, heeeiii dengan Bus yang poenuh sesak, jalan yang berkelak kelok, 2 setengah az kali yaaa aku berdiri,...
Perjuangannya luar biasa..
Nyampe Cirebon dijemput Mang Deden tercinta, trus ke rumah fifit dianter Om Dadang..hehe
Nyampe sanaaaaa:...
^Aacara padat :: *karena aku Buka puasa di rumah Om, jadi aku nda tau acara apa az waktu aku blm dtg *hihi nda nnya lagiii..
^Tuker kado :: Aku dapet kado dari Elsaa Yonnyta, insyaAlloh akan aku simpen Saaa, mau isma pake klo isma pegi2an...hehe :) dan ternyata kadoku Nurul yang dapet (Tuliskan semua hal-hal penting di Notes itu yaa Ruull, semoga bermanfaat saudarikuu...)Ada Demplon yang ngado Dot, wkwkkkk, daaann ternyata Indah yang dapet.. Ari yang dapet spoon mandi dari Rida, Lintas yang dapet Al-Quran dari Mahdi (tadinya Ryan yg dapet, tapi jadi lintas) :). Ada kakak yg dpt kipasan dari Nurul, Fifit ibu tuan rumah yang telah berbaik hati mau direpotkan mendapat kado spesial dari Mami: Foto laspati-puisi yang dibingkai indah, yakin benda itu dibuat dengan tulus hati :) daannn banyak lagii (blm sempet disebutin satu2, nti az, hehe), yang jelas aku merasa tiap orang dapetin hal-hal yg sebenarnya dia butuhkan..Isi kado dan orang yang dapetnya cocok banget, klo kata Iha mah PAS.. :)

Selasa, 06 Juli 2010

Wanita lagiii

Baru baca satu buku yang judulnya DNA Cantik...Karena banyak hal-hal menarik ditulis di situ, aku tulis di sini biar suatu saat aku bisa baca-baca lagi...Kenapa?Karena bukunya dari minjem temen....wkwkkkk
*Jazakillah Fatimah untuk inspirasi yg satu ini

Aku suka BAB ini : "Stress, No Way", kenapa? Karena banyak kesindir atas redaksi-redaksi kalimat di BAB itu...hihi

Positif... Positif... Positif
...Pengeluh Menempuh Jalur Sengsara....
...Penyabar Menempuh Jalur Bahagia....

*Yang aku rasaian, ternyata ngeluh itu menular....(Hemmm pengalaman) hihi *Ayoooo siapkan kuping yang kayak sedotan klo lagi barengan sama yang suka mengeluh...hehe, masuk kanan keluar kiri, biar ga nular...
Obat untuk pengaluh adalah, nyari temen yg sabar dan ga suka ngeluh...Biar terbiasa dan dimarahin sama orang yg ga suka ngeluh...hihihi
Di bukunya di tulis ini : "Orang-orang dengan jalur dominan amigdad (jalur sengsara) akan menjadi pribadi yang gemar berkeluh kesah, bersifat tergesa-gesa, dan lebih agresif. Mereka terjebak dengan kondisi senantiasa mengingkari nikmat Alloh dan cenderung menimbulkan kerusakan di muka bumi demi memnuhi tuntutan untuk memuaskan diri sendiri". "Sifat pengeluh akan menurunkan kreatifitas dan membuat pemiliknya menjadi tidak fokus karena pikirannya selalu dipenuhi dengan kekhawatiran dan kecemasan, lama-kelamaan sifat ini berpengaruh pada sistem ketahanan tubuh dan menyebabkan gampang sakit."

yang positifnyaa...
bersambung
hihi
ngantuk

Kamis, 24 Juni 2010

Rainy Day

Lagi lumayan sering rapat-rapat KKM..
Semoga lancar :)

*Judulnya Rainy Day, tapi ceritanya tentang KKM, seuprit lagi, kayak bikin status update az..hihi
Klo ga salah, memang mau cerita tentang hujan, tapi gara-gara ngantuk jadi ga diterusin nulis lagi...
LUPA//hehehehe

Kamis, 17 Juni 2010

Wanitaa :)

Teringat pernyataan salah satu News Anchor, di Televisi tadi pagi, : "Susahnya menjadi orang tua jaman sekarang", pengaruh apakah itu?
Mengapa kalimat itu terlontar, sedemikian parahnya pengaruh globalisasi itu?
Hemm, menghadapi globalisasi memang bukan hanya tanggung pemerintah dan negara saja, tetapi tanggung jawab bersama. Terutama orang tua, sang protector untuk kebaikan buah hatinya..

Peran ayah, ibu, keluarga, lingkungan, agama, seperti yang para ahli katakan merupakan faktor-faktor pembentukan karakter anak-anak, termasuk pembentukan moral.
Kenapa anak-anak? Anak-anak sebagai generasi penerus bangsa ini.

Alloh memang menakdirkan laki-laki (ayah) sebagai kepala dan pemimpin keluarga, karena apa? (mungkin) karena wanita (ibu) yang harus menjadi kepanjangan tangannya. Ibarat Negara, ada Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif (hihi)
Eksekutif = Ibu
Legislatif = Ayah
Yudikatif = Masyarakat
Check and balance's tentu ada, Ayah hanya membuat peraturan, sedangkan ibu menjalankan. Lantas mengapa ibu yang menjalankan?
* “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.” (An-Nisa`: 34)Pendidikan membutuhkan kelembutan, cinta, dan kasih, klo di tarik benang merahnya, laki-laki memang diberi akal yang lebih luas dibanding wanita yang diberi hati yang lebih lapang..hehehe

Jadi ingat ini :
"Dunia itu perhiasan, dan sebaik-baiknya perhiasan adalah wanita yang sholihah" (Hadist).

"Jagalah dirimu baik-baik,usahakan kemuliaannya, karena engkau dipandang manusia bukan karena rupa, tetapi kesempurnaan budi dan adab" (Hadist).

"Berbaktilah terus kepadanya (sang ibu) karena surga itu berada di bawah telapak kakinya." (Hadist).

"Annisa Madrosatul awlad : ibu adalah sekolah (pertama) bagi anak-anak" (Hadist).

"Wanita itu tiang negara, apabila wanita itu baik maka baiklah negara itu dan apabila wanita itu rusak, maka rusaklah negara itu." (Hadist).

Jadiii, mungkin kalimat di awal tadi akan terhapus, jika negeri ini mempunyai ibu-ibu yang luar biasa. InsyaAlloh..Kalimat itu akan tergantikan oleh ini :
"dan, sepertinya tidak mudah untuk menjadi ibu, karena membutuhkan Ayah yang luar biasa juaa"
*logikanya, hehehe
*karena aku ga tau, belum rasain...
:DD

Rabu, 16 Juni 2010

Sahabat

Sahabat bukan orang yang selalu ada ketika kita butuhkan
Tetapi, dia selalu ada untuk mengingatkan ketika berbuat salah

Sahabat, saling mendukung satu sama lain, tidak saling menjatuhkan
Sahabat, saling percaya satu sama lain, tidak untuk saling curiga dan selalu mencari-cari kesalahan

Sahabat itu tidak dicari, tapi ditemukan
Pribadi sendiri yang menemukan
Karena sejatinya, orang yang berpribadi baik akan mendapatkan sahabat yang berpribadi baik

Sahabat bertahan dengan kesakitan, tutup mulut untuk kebaikan persahabatannya ketika ada masalah
Sahabat tempat berbagi, bertukar pikiran, bertukar cerita dan hikmah

Sahabat
Sahabat

Menemukan sahabat melalui proses dan hikmah
Memaknai arti persahabatan melalui proses dan hikmah jua
dengan sakit, tawa, bahagia, duka..
Begitulah proses menemukan sabatan dan memaknai persahabatan

Temukanlah sahabat, maka ketika kita benar-benar menyayanginya, ikatan batin akan erat antara satu sama lain
Kamu sakit aku ikut merasakan
Kamu bahagia aku pun ikut merasakan
Begitu indah dan ajaib

Selamat berproses menemukan SAHABAT
:)
Ini adalah tulisan subjektif seorang aku
*Kadang kita memahami sesuatu karena keterlambatan, tetapi yakinlah ada cahaya yang indah dibalik itu semua, cahaya keteduhan hati tetapi menyejukkan, Ikhlas..

Kamis, 13 Mei 2010

Keberanian?

kapan itu akan berubah?
diam melihat ketidak adilan?

wahai Alloh kami berlindung dari perbuatan-perbuatan yang dapat merugikan orang lain..
jangan jadikan kami generasi penerus bangsa ini, menjadi orang-orang yang dzalim terhadap saudaranya sendiri..
amien

Senin, 19 April 2010

ANTARA Masak-Beres-beres-Mama-Ibu-Mah Enin-Bibi-Bi Tuti

Untuk sebagian besar wanita mungkin memasak itu menyenangkan. Apalagi buat yang doyan makan, eksperimen teruss...hihi

Masih ingat, dari SD udah mandiri, masak dan melakukan hal apapun yang bisa aku lakukan sendiri, thanks mom, makasih untuk pelajaran yang berharga itu. (Padahal dulu mah ngerasa jadi anak tiri)wwkwkwkkk

Alhamdulillah punya nenek yang subhanalloh pinter masak, sabar, dan telaten. Hampir tiap beliau di dapur, aku pasti betah. Ga beranjak, selain melihat teknik memasak juga bercerita banyak hal, termasuk cerita-cerita yang anak-anaknya saja nda tau (asiknya jadi cucu pertama, dan cucu wanita pertama).. :))

Memasak itu membutuhkan cinta dan ketulusan. Yang aku alami selama ini, kalo mama masak dengan ngedumel bisa dipastikan ada hal-hal yang bikin masakannya ga enak, contoh : asin, lupa masukin bahan ini atau itu, ato bisa juga gagal. Termasuk aku, klo masak ga pake mood, ga pengen ngeliatnya juga, apalagi ngemakannya. Astagfirulloh...

Masak pake feeling juga, pake cinta, pake apalagi yaa??hihi..Yang jelas seneng banget kalo masakan yang dibuat itu laku, meski tidak ada komentar sedikitpun dari sang pelahap masakan... :)

Mah Enin
Mah Enin...Kangen masak bareng lagi..Masih banyak resep masakan yang teteh mau tanyain, sayur pakcoy yang enak itu, kangen... :-(
Ga pernah marah kalo lagi di dapur, selalu menerangkan ini itu, cara mencuci sayuran, wadah-wadah, cara memasak yang baik, cara membersihkan beras yang bener, semuanya serba terkonsep dan memiliki tujuan dan manfaat, meski almarhum tidak pernah sekolah memasak, ya semuanya beliau pelajari otodidak dari sang mertua.
"Teteh, klo masak ayam jangan pake penyedap masakan lagi"
"Beras klo nda di cuci bersih cepet basi, tapi jangan terlalu bersih juga nyucinya"
"Air cucian beras jangan di buang gitu az, siramin ke tanaman, terutama untuk anggrek"
"Bumbu-bumbu dimasak duluan, biar masakan ga bau bawang mentah, cabe mentah"
"Bikin gule, bikin masakan yang bersantan klo udah mateng jangan langsung ditutup, nti basi"
banyak
banyak
banyak petuah yang Mah Enin bilang...Kangen :-(  Love You Mah Enin..
Aku yang cerewet ga pernah di marahin, selalu semua pertanyaan yang kuajukan dijawab dengan jelas dan terang.
Cerita zaman dulu, mulai dari eyang-eyang, cerita dulu, cerita dulu waktu sekolah, banyak...Terakhir kali ketawa -ketawa berdua adalah waktu perjalanan mau ke Cirebon. Ternyata itu cerita bersama yag terakhir. Mah Enin, pa kabar alam barzah?

Ibu
Ibu yang super bersih dan rapi, serba merenah dimana pun berada. Yang ga pernah bisa tidur walau udah malem, klo di westafel ada 1 gelas kotor yang belum di cuci.
Cerewet tapi, aku sayang banget ma Ibu. Semuanya untuk suatu kebaikan, itu yang berusaha aku fahami (karena aku males, hihihi)
Gada tanaman yang ga jadi klo Ibu yang nanem, nenek ku ini nenek paling cantik sedunia, fashionable (cucunya az kalah), serba rapi, cerdas, dan hebat banget kalo udah padu-padanin warna dan motif, pinter jait, dan harus gunain alat sesuai dengan fungsinya ga pake ga, selain itu, harus nyimpen semua alat atau benda apapun itu sesuai dengan tempatnya, ga boleh ga.
Yang tanemannya subhanalloh bejibun (nurun ni ma menantu--mama)
Ibu ask me : 
"Teteh, klo cuci piring gelas dulu, trus sendok garpu, baru piring, trus yang terakhir adalah wadah-wadah yang berminyak, berlemak dan kotor sekali. Semuanya di sabunin dulu, baru di bilas. Pas di bilas, simpen wadah yang lebih besar di bagian paling bawah, gelas paling atas. Untuk menghemat air, wadah yang paling bawah nti sabunnya ilang. Simpen dan jejerin yang rapi, piring dari mulai yang terkecil sampai yang terbesar. Letakin piring berdiri biar cepet kering".
"Kalo ngejemur, simpen bahan yang tebel di atas dan cepet kena matahari. Klo nyuci, bajunya jangan dibalikin, klo jemur bajunya harus dibalikin biar ga cepet 'belel'. Sejajarin pakaian sesuai dengan jenisnya, klo baju sejajarin sama baju. Dan Inget JANGAN jemur baju di pager".  :)) Dan BANYAK lagi.
"Jadi perempuan mah jangan ngedul, harus berdandan, selalu tersenyum, jangan judes" hihihi IBU....
"Cepet gede, ibu pengen liat teteh *********, cepet lulus kuliah, ibu mau ikut nanti kalo wisuda" :-( semoga Bu, Rabbi hamba mohon kabulkan yang ini. Berikan beliau kesehatan selalu.

Mama the GREAT Mother
Semua untuk mama, dari mama dan karena Alloh dan mama
Pokoknya Mama, mama, mama

Bibi
"Jangan suka ngeluh. Hidup dimanapun itu, jujur modal utamanya"
Banyak lagiiiii
BANYAK

Bi Tuti
"Minta apapun itu semua sama Alloh. Tidak ada yang tidak mungkin bagiNya."
"Harus percaya sama kekuasaan Alloh"

Makasih ya Rabb, telah dipertemukan dengan wanita-wanita hebat, sabar..
Allohuakbar!!

Kembali lagi ke masak, masak itu menyenangkan. tapi yang bikin males kadang-kadang udah kelelahan duluan karena mesti banyak beres-beres.
Untuk kaum adam yang baca ini, jangan pernah gampangin peran IBU. Meraka hebat, lebih hebat dari yang terlihat oleh mata dan akal.
:))
Semoga bermanfaat
Ini adalah antara aku dan keterbatasanku...

Sabtu, 17 April 2010

aktifis???

Ini adalah tulisan subjektif dari seorang aku...   :)

hemmm.. (entah apa yang membuatku feeling good bgt nulis ini, tapi yg jelas ckp menarik)

Mahasiswa, agen of change...Subhanalloh kata-katanya. Tri Dharma Perguruan Tinggi : Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat.
Andai semua mahasiswa melaksanakan itu, tentunya kelangsungan negeri ini akan di kawal oleh intelektual-intelektual muda generasi penerus bangsa.
Jika ada ketidakadilan, maka mahasiswa sebagai garda terdepan, pembela kaum tertindas. INTI besarnya adalah BERMANFAAT untuk dirinya, lingkungannya.

Menurutku, aktifis yang hebat itu:
1. Jadi contoh yang baik untuk setiap orang yang melihatnya.
Prestasi akademis yang hebat, tolak ukur yang paling dekat adalah :  IPK tinggi yang bisa dipertanggungjawabkan tentunya (JUJUR).
Juara lomba-lomba akademis dan non akademis.

2. Setelah "dia" bisa merubah dirinya, baru merubah orang lain dan lingkungannya menjadi lebih baik. Akan sangat membanggakan dan terlihat "waw" ketika berorasi dan menyampaikan yang menjadi maksud dan tujuannya tersampaikan dengan brilian, dengan semangat dan penuh dengan idealisme. INTELEKTUAL MUDA!!

3. Dan, tentunya adalah BERANI membela KEBENARAN. Tulus, hanya misi untuk perubahan yang lebih baik yang menjadi misinya, disampaikan dengan cara yang baik pula. Dengan CINTA  :))

hihihi, sempurnakah???
aku rasa, masih ada aktifis seperti ini....   :))

Selamat berjuang saudara/i ku...
Negeri ini membutuhkan CINTA
:)

Rabu, 14 April 2010

PERSATUAN bukan berarti tidak ada perbedaan

Satu kejadian lagi, cukup membuat hati terenyuh... Negeri yang kucintai, hemm cukup memprihatinkan. Lihat, lihat lebih dalam.. Andai rakyat bisa bersatu, tentu akan lebih mudah menyongsong perubahan lebih baik untuk negeri ini.

"anak-anak yang kurang beruntung itu sesungguhnya bukan tidak sengaja ada disini. tapi mereka sengaja diciptakan. selama ada hati yang tulus untuk memberi, membantu, mendukung, mendoakan, berbagi, dan segalanya maka tidak akan pernah ada kata -gelandangan- disini, bahkan didunia.." (anomim)


Zakat, berbagi. Sudah sangat sempurna menurutku, mari bangun bangsa ini dengan saling memberi, mendukung, mendoakan, tidak dengan saling menghujat, saling menyalahkan. Bukankah perbedaan adalah keindahan?
Lihat sekitarmu isma, begitu banyak yang membutuhkan pertolongan. 


Ketika memperhatikan keluarga yang sederhana, bersahaja dan bahagia dengan kesederhanaannya, atau ketika memperhatikan orang-orang yang beridealisme tinggi yang sebagian orang bilang "orang yang terlalu idealis susah hidup".. Hemm salahkah orang-orang seperti itu, menurutku itu adalah pilihan yang mulia, tapi tolong hargai pilihannya. Bukankah negeri ini sekarang membutuhkan orang-orang seperti itu?


Kesejahteraan, jika negara lain bisa, mengapa negara ini tidak???


CINTA, merubah negara ini dengan cinta, dengan kebaikan.. Mari kembali pada tujuan awal, sangat aku yakini bahwa dalam setiap diri orang punya hati nurani yang mulia, suara hati dari Illahi Rabbi yang positif dan baik.


Bangsa ini akan berubah ketika semua stakeholder ikut berpartisipasi, tidak apatis, harus bersatu, bergotong royong, bekerja sama, dengan tujuan menggapai Ridho-Nya. 


Masih ada jalan, rakyat sebagai pengawas dan pengawal bangsa. Tidak diam ketika ada ketidakadilan. Dulu, waktu aku kecil orang-orang tidak apatis, Sifat dan sikap orang-orang yang kulihat ketika aku kanak-kanak jarang kutemukan lagi.  


Banyak PR untuk bangsa ini.

Selasa, 13 April 2010

Subhanalloh Walhamdulillah...

Banyak pelajaran berharga atas peristiwa 11-13 April...Daan mau tidak mau harus siap keluar dari zona nyaman.. Emmm mungkin pada intinya adalah BERUBAH..
Dengan menyebut namaMu Yaa Alloh...